-->

6/18/2011

Gaya Persuasif Dapat Memengaruhi Orang Lain

Sehari-hari, Anda sering berada dalam situasi harus meyakinkan seseorang untuk berbagai tujuan. Mulai dari closing deal dengan klien, meminta kenaikan gaji pada atasan, sampai membujuk rekan kerja supaya mau bekerja lebih cepat agar tugas tim selesai tepat waktu. Pendekatan yang biasa dilakukan kurang berhasil? Mungkin Anda perlu belajar untuk bicara dengan gaya yang persuasif.

Penelitian dilakukan oleh University of Michigan memaparkan, gaya bicara persuasif ternyata dapat membuat orang lebih terpengaruh pada Anda. Menurut para ahli, ada beberapa teknik bicara persuasif yang perlu Anda kuasai, yaitu kecepatan bicara, nada suara, serta pengambilan jeda. Pelajari tiganya, praktikkan pada orang yang Anda tuju, dan lihat bagaimana hasilnya.

Bicaralah dengan kecepatan sedang
Riset di University of Michigan dilakukan dengan mengamati perilaku orang pada saat ditelepon untuk kebutuhan survei. Menurut Jose Benki, salah satu peneliti, penelepon yang berbicara dengan kecepatan sedang, atau sekitar 3,5 kata per detik lebih sukses dalam mempengaruhi lawan bicaranya. Ini dibandingkan penelepon yang bicara terlalu cepat atau terlalu lambat. Gaya bicara yang terlalu cepat akan memberi kesan tergesa-gesa dan tidak sabar, sementara mereka yang bicara sangat lambat kerap dianggap kurang cerdas.

Perhatikan nada bicara
"Orang yang berbicara dengan suara yang ceria dan bersahabat, dengan banyak variasi pada nada suara, terlihat lebih sukses mempengaruhi orang lain," imbuh Benki lagi. Sementara nada yang datar malah membuat lawan bicara tidak terkesan. Namun, jaga juga agar variasi nada suara ini tidak sampai berlebihan. Sebab, bukannya menarik, ini malah memberi kesan dibuat-buat atau terpaksa.

Berikan jeda saat bicara
"Saat berbicara, orang umumnya akan mengambil jeda sekitar 4 sampai 5 kali untuk setiap menitnya," kata Benki.Adanya jeda bukannya membuat percakapan jadi terhenti dan canggung, justru malah menjadi lebih mengalir natural. Jika Anda bicara tanpa jeda, kesan yang didapat adalah Anda sudah menghafalkan kata-kata yang akan disampaikan. Tak heran bila orang lain menganggap Anda terpaksa berbicara dengan mereka. Sementara itu, menurut Benki, terlalu sering mengambil jeda juga dapat menggagalkan niat Anda memengaruhi orang lain, karena dengan begitu mereka tidak akan tertarik mendengarkan Anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...