-->

6/15/2011

Ini Dia Perempuan Pemburu Sperma Agar Bisa Hamil

Seorang wanita asal Inggris bernama Lara Carter, 25 tahun, dijuluki sebagai si pemburu sperma. Ia sangat ingin segera hamil meski belum menikah. Selama ini ia telah bercinta dan berhubungan seks dengan lebih dari 20 pria saat ia berada pada masa subur, tapi belum juga hamil. Ia menamakan dirinya sebagai 'pemburu sperma'.
Lara menggunakan alat pengukur ovulasi yang memberitahunya kapan saat subur tiba. Lalu, jika saat subur tiba ia akan pura-pura mabuk dan 'melempar' dirinya pada laki-laki untuk menutupi keinginannya berhubungan seks agar cepat hamil. Jika Lara bertemu dengan pria yang ingin menggunakan kondom, ia telah menyiapkan kondom khusus yang telah dilubangi.
"Ini adalah saat tepat untuk memiliki bayi dan tidak ada yang bisa menghalangiku. Semua temanku sudah memiliki bayi. Aku sangat ingin menjadi ibu," kata Lara seperti dikutip dari The Sun.
Tapi masalahnya, sampai saat ini Lara tidak memiliki pasangan dan hubungan yang stabil. Ia juga kesulitan mencari pasangan yang mau memiliki anak. Hal itu karena pria seusianya belum ingin memiliki anak dan mereka keberatan dengan ide Lara. Ketika ia mengungkapkan idenya pada pasangannya, justru ia ditinggalkan. Karena itulah ia memutuskan menjadi orangtua tunggal.
Tapi, ia tidak bermasalah dengan kondisi itu, karena ia hanya membutuhkan sperma dari pria mana saja agar bisa hamil. Obsesinya untuk hamil muncul tahun lalu ketika ia mendatangi pesta kelahiran anak temannya. "Aku sangat menyukai anak-anak dan ingin menjadi ibu sejak kecil, keinginan itu pun menjadi obsesi. Aku memiliki misi dalam hidup untuk hamil," katanya menambahkan.
Sebenarnya Lara bisa hamil dengan mendapatkan sperma di bank sperma. Namun hal itu tidak sesuai dengan kondisi keuangannya. Untuk konsultasi saja memakan biaya £295 atau setara dengan Rp4,1 juta dan biaya keseluruhannya bisa mencapai £2.000 atau setara dengan Rp28,2 juta.
Dalam menjalankan 'misinya' untuk hamil, Lara memiliki trik tersendiri agar biayanya lebih murah. Yaitu, mencari pria yang mau 'one night stand' (bercinta satu malam saja) dengannya. Walapun begitu ia juga tetap mengeluarkan biaya untuk memeriksa masa suburnya. "Pertama, aku akan memeriksa apakah sedang subur atau tidak. Tes ini cukup mahal, untuk tiap pak harganya £20 (Rp282.000) dan terkadang ketika sedang subur aku tidak bisa menemukan pria yang sesuai. Biasanya, setelah berdandan aku akan bertemu dengan teman di bar dan mencari pria yang potensial untuk menjadi donor sperma," kata Lara.
Lara juga telah menyiapkan baju dan perlengkapan untuk bayinya kelak. Padahal sampai saat ini belum ada tanda-tanda kehamilan. "Saat aku melihat baju bayi yang cantik aku selalu membelinya. Aku juga telah menyiapkan nama, mungkin Tilly, James atau Matthew. Selain itu aku juga minum vitamin kesuburan meskipun harganya mahal," katanya menambahkan.
"Saya yakin banyak orang yang menilai dan berpikir bahwa saya gila, tapi saya hanya ingin jujur. Bagi saya ini sama saja dengan pergi ke bank sperma, tapi tidak memerlukan uang di tangan," imbuhnya.
Lara menuturkan, jika ia hamil setelah melakukan one-night stand, maka ia tidak akan menghubungi ayah dari bayi yang dikandungnya. Selain itu ia juga tidak pernah memberikan nomor kontaknya pada laki-laki manapun, karena ia hanya menginginkan bayi dan bukan laki-lakinya. Jika anaknya sudah cukup mengerti, maka ia akan memberitahu bahwa dulu ibu dan ayahnya mengalami malam yang magis bersama dan tidak pernah bertemu lagi.
Dalam kondisi normal ketika bersenggama, sperma pria masuk melalui vagina lalu melewati leher rahim menuju mulut rahim. Kemudian sperma-sperma itu berenang di dalam rahim terus menuju saluran telur (tuba fallopi). Ada sperma yang bisa mencapai saluran telur tapi banyak juga yang tersesat.
Untuk menjadi hamil juga diperlukan banyak faktor tidak hanya dari sperma. Proses pembuahan lebih rumit dari yang diperkirakan, karena melibatkan komunikasi antara sperma dengan sistem reproduksi wanita.
Pada pasangan yang tidak subur, komunikasi itu gagal karena beberapa sebab. Di antaranya sperma kurang cakap dalam menyampaikan informasi, atau bisa juga sebaliknya sel telur memiliki kontrol kualitas terlalu tinggi sehingga sangat selektif terhadap sperma yang datang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...