-->

7/06/2011

Cinta, Halal Atau Haram

Ira




Jika menuruti kata hati cinta itu adalah halal karena saat datang dan tidak bertepuk sebelah tangan  menghadirkan  kesukaan hingga kebahagiaan. Jika berpijak pada paramater agama, moral dan sosial budaya, cinta bisa halal bisa pula haram.
..................


Cinta, deretan lima huruf  yang  terangkai menjadi satu kata ini menjadi bagian yang teramat penting dalam kehidupan manusia.  Cinta  mampu mendatangkan kebahagian. Mampu pula menghadirkan penderitaan  yang amat dalam. Kala insan tengah dilanda bara  cinta, halal atau haramkan  rasa itu. Memang sulit untuk menjawabnya. Ada banyak parameter  yang harus dijadikan pijakan. Diantaranya  agama, moral dan sosial budaya.

Jika menuruti kata hati cinta itu adalah halal karena saat datang dan tidak bertepuk sebelah tangan  mendatangkan  kesukaan hingga kebahagiaan. Jika paramater agama, moral dan sosial budaya  yang menjadi pijakan, cinta bisa halal bisa pula haram.

Dalam pandangan yang lebih mengerucut, berdasarkan ajaran agama Islam misalnya,  sangat jelas ada cinta halal dan ada cinta haram. Cinta yang halal itu adalah halal, dan cinta yang haram itu adalah haram. Cinta halal boleh dijalankan dan cinta haram terlarang untuk dilakoni.

Dalam memandang sebuah perkara,  Islam sangat transparan: yang halal sudah sangat jelas dan yang haram juga sangat jelas pula. Meskipun diantara keduanya  terdapat perkara yang samar.

Cinta yang halal adalah cinta suami kepada istrinya dan sebaliknya. Atau  cinta lelaki dan wanita yang terikat dalam sebuah pinangan.

Sementara yang haram adalah ialah seorang lelaki yang mencintai wanita bersuami  dan hatinya sibuk memikirkannya.  Cinta ini  bisa menjadikan kehidupan rumah tangga goyah, bahkan rusak. Memunculkan adanya pengkhianatan.

Hal lain, menimbulkan kegoncangan  dalam kehidupan pribadi : pikiran, hati, perasaan  dan  terganggu kehidupan. Yang pada akhirnya   menghilangkan ketenangan dan ketentraman  dalam hidup berumah tangga. Secara tegas Islam mengharamkan cinta secama  ini. Dan, merupakan salah satu  perbuatan dosa. Malahan Nabi Muhammad mengancam pelaku cinta ini dikeluarkan dari golongan mukmin, sesuai sabda beliau,"Bukan dari golongan kami orang yang merusakkan hubungan seorang wanita dengan suaminya"

Islam juga sangat tegas melarang   wanita bersuami  mencintai lelaki lain. Apalagi hingga ia selalu memikirkannya, sibuk  menghubunginya, dan berpaling dari  pasangan hidupnya.  Cinta semacam ini bisa  mendorongnya melakukan hal-hal yang tidak dihalalkan syara. Seperti melakukan hal yang lebih besar dan  berbahaya, seperti niat berzina atau  berzina.

Allah SWT secara tegas melarang wanita bersuami  menyintai lelaki lain selain suaminya. Kisah ini bisa dibaca pada Surat Yusuf.
Dalam Surat Yusuf Allah menceritakan kisah istri Qithfir (raja Mesir) Zulaikha   yang jatuh cinta  pada Nabi Yusuf AS yang menjadi pembantu suaminya.  Dengan  berbagai cara ia berusaha memikat  hati Nabi Yusuf . Ia pun secara terus terang menyatakan cintanya secara langsung karena upayanya dalam  memikat  Nabi Yusuf tidak berhasil.Karena Nabi Yusuf menolaknya, ia berupaya mencelakakan Nabi Yusuf, memenjarakannya dan memfitnahnya.

Kisah Nabi Yusuf ini bisa disimak di Surat Yusuf  dari ayat 20 hingga 35.  Berikut tafsirnya :

20.  Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu  beberapa  dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf. ( Hati mereka tidak tertarik kepada Yusuf karena dia anak temuan dalam perjalanan.  Jadi mereka kuatir kalau-kalau pemiliknya datang mengambilnya.  Oleh karena itu mereka tergesa-gesa menjualnya sekalipun dangan harga yang murah).

21.  Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya ( Orang Mesir yang membeli Yusuf a.s. itu seorang Raja Mesir bernama Qithfir dan nama istrinya Zulaikha.)  "Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik,
boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak." Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta'bir mimpi.  Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada  mengetahuinya.

22.  Dan tatkala dia cukup dewasa (Nabi Yusuf mencapai umur antara 30 - 40 tahun) Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu.  Demikianlah Kami memberi balasan  kepada orang-orang yang berbuat baik.

23.  Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini."   Yusuf berkata:  "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik."  Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.


24.  Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya (Ayat ini tidaklah  menunjukkan bahwa Nabi Yusuf  a.s. punya keinginan yang buruk terhadap wanita itu  (Zulaikha), akan tetapi godaan itu demikian besanya sehingga andaikata dia tidak dikuatkan  dengan keimanan kepada Allah s.w.t tentu dia jatuh ke dalam kema'siatan).   Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian.  Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.



25.  Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu.  Wanita itu berkata:  "Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau
(dihukum) dengan azab yang pedih?"


26.  Yusuf berkata: "Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)", dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya:  "Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.


27.  Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar."


28.  Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: "Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar."


29.  (Hai) Yusuf:  "Berpalinglah dari ini (rahasiakanlah peristiwa ini), dan (kamu hai isteriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah."

30.  Dan wanita-wanita di kota berkata: "Isteri Al Aziz (Al Aziz sebutan bagi Raja di Mesir) menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata."

31.  Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf):  "Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka".  Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya, dan mereka melukai(jari) tangannya dan berkata:  "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia.  Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia."

32.  Wanita itu berkata:  "Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak.  Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina."


33.  Yusuf  berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku.  Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh."


34.  Maka Tuhannya memperkenankan do'a Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka.  Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

35.  Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai sesuatu waktu  (Setelah mereka melihat kebenaran Yusuf, namun demikian mereka memenjarakannya agar sapaya jelas bahwa yang bersalah adalah Yusuf; dan orang-orang tidak lagi membicarakan hal ini.)

Cinta terlarang   menyebabkan kegoncangan hati dan jiwa, baik diri sendiri maupun pasangan. Karenanya Islam mengharamkan cinta semacam ini.  Cinta ini dipandang sebagai cinta  hawa nafsu. Hawa nafsu itu adalah sejelek jelek tuhan yg disembah di muka bumi *semoga bermanfaat*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...